Muktamar 48 Muhammadiyah ‘Aisyiyah Ibarat Oase Bagi Kerinduan Berkumpul Warga Persyarikatan

MUKTAMAR48.ID., SURAKARTA – Muktamar 48 Muhammadiyah ‘Aisyiyah ibarat oase bagi merinduan berkumpul warga persyarikatan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad di acara Tabligh Akbar “Menyongsong Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah”, Sabtu (8/10) di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Muktamar ke-48 Muhammadiyah ‘Aisyiyah disebut Dadang menjadi oase karena selayaknya ajang perjumpaan rindu tebal yang oleh Warga Muhammadiyah, termasuk segenap anak bangsa yang selama dua tahun lebih dibatasi akibat pandemi Covid-19.

Euforia Warga Muhammadiyah dalam menghadiri Muktamar ke-48 tidak bisa dibendung lagi, sebab muktamar yang rutin digelar 5 tahunan, terdampak pandemi dan demi menjaga protokol kesehatan harus ditunda dan menjadi 7 tahunan. “Kerinduan akan hal kita bertemu, bersilaturahmi diantara kita menjadi sesuatu yang tidak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu dibuktikan dalam syiar Muktamar,” tutur Dadang.

Gelaran Muktamar ke-48, kata Dadang, bukan hanya oase bagi rindu tebal Warga Persyarikatan Muhammadiyah, tetapi sekaligus sebagai ajang pengingat dalam urusan-urusan keagamaan. Oleh karena itu menyambut Muktamar ke-48 merupakan hak bergembira bagi semua, tanpa terkecuali.

Guru Besar Sosiologi ini mengajak kepada seluruh Warga Muhammadiyah untuk memanfaatkan media digital dalam aktivitas dakwahnya. Menurutnya, Muhammadiyah yang sekarang dan akan datang tidaklah sama. Maka diperlukan cara pendekatan-pendekatan yang berbeda untuk melanjutkan eksistensi Muhammadiyah.

Di acara Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustadz Adi Hidayat (UAH) ini, Dadang meminta supaya meneladani metode dakwah yang dilakukan oleh UAH di media digital. Metode dakwah ini, kata Dadang, kompatibel dengan perkembangan zaman. Dakwah tidak lagi dimaknai secara sempit, serta radius jangkauan dakwah bakal lebih luas jika menggunakan media digital.

“Ini suatu yang patut kita contoh dalam dakwah, karena Muhammadiyah di abad kedua besok itu berbeda dengan yang lalu. Kiai Ahmad Dahlan pernah berkata Muhammadiyah saat ini berbeda dengan yang akan datang,” ucapnya.

Dadang berharap kader mubaligh Muhammadiyah untuk bergerak dan giat berdakwah melalui media digital. “Sehingga audiensnya bukan hanya tidak hanya 8.000, tetapi audiensnya bisa mencapai jutaan,” tutur Dadang.

Dalam tabligh akbar yang dihadiri oleh 10.000 jamaah secara luring dan 85.000 jamaah yang hadir secara daring ini turut hadir secara langsung jajaran PP Muhammadiyah Dahlan Rais, Abdul Mu’ti, dan Marpuji Ali. Jajaran PP ‘Aisyiyah, Siti ‘Aisyah, Mahsyunah Syakir, Cholifah Syukri, Liestiati ; Panitia Pusat Muktamar, Ketua Panitia Penerima Muktamar Sofyan Anif, serta seluruh tamu undangan, Pimpinan PWM dan PWA Jawa Tengah, Komandan Korem Surakarta, Komandan Grup 2 Kopassus, Danlanud Adi Sumarmo, Forkopimda se Solo Raya, PDM dan PDA se Jawa Tengah,

Dalam sambutannya, Sofyan Anis menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap tamu undangan dan para jamaah yang sudah menghadiri Tabligh Akbar ini. Sofyan juga menyampaikan bahwa nanti pada tanggal 10 November akan diselenggarakan Muktamar Talk dengan tema Muhammadiyah Merawat Indonesia yang menghadirkan Najwa Shihab, dan selaku pemantik Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Tsaquf.

Ia juga menginformasikan bahwa Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan dibuka pada tanggal 19 November 2022 pada pukul 08.00 WIB. Sedangkan Malam Mangayubagya (Ta’aruf) akan digelar pada tanggal 18 November 2022 pukul 19.00 WIB. (Sumber : muhammadiyah.or.id)

WhatsApp
Telegram
Facebook
Twitter
Email
Print

Berikan komentar

Your email address will not be published.

Langganan Kabar Muktamar

Jangan sampai ketinggalan kabar muktamar terbaru, langganan sekarang!

Mau kirim berita?

Berita lainnya

Situs web ini menggunakan cookie untuk memberi Anda pengalaman menjelajah terbaik.

Terima
Tolak