Perjelas Alur Kerja, Panitia Muktamar 48 Gelar Simulasi Tukar Mandat dan Pemondokan

MUKTAMAR48.ID., SURAKARTA – Panitia Muktamar ke-48 Muhammadiyah ‘Aisyiyah gelar simulasi tukar mandat registrasi dan pemondokan untuk memperjelas alur kerja saat Muktamar berlangsung.

Simulasi tukar mandat registrasi dilakuan di Gedung Induk Siti Walidah UMS pada Sabtu (29/10/22). Sementara untuk simulasi pemondokan dilakukan di Pesantren Mahasiswa K.H. Samanhudi di kampus 4 UMS berupa simulasi pemeriksaan kesehatan dan pemberian ID Card

Koordinator Seksi Registrasi Panitia Penerima Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Muhammad Zulfikriansyah menyampaikan peserta simulasi berasal dari 35 PDM di Jawa Tengah ditambah dari PDM di DIY.

Simulasi tukar mandat bagi peserta Muktamar ‘Aisyiyah dilakuan di lantai 3 dan untuk peserta Muktamar Muhammadiyah di lantai 4 Gedung Induk Siti Walidah.

“Dalam simulasi ini yang dicek berkaitan tukar mandat undangan, vaksin, dan ditambah keuangan. Apabila sudah clear diarahkan ke pemondokan. Tapi apabila belum clear berarti masih dalam tahap verifikasi,” terang Zulfikriansyah saat ditemui di Gedung Induk Siti Walidah.

Setelah melakukan registrasi peserta diarahkan ke pemondokan untuk dilakukan simulasi tukar mandat di pemondokan. Sekretaris Panitia Seksi Kesehatan, Istanto, menyampaikan, saat di pemondokan, peserta simulasi melakukan pemeriksaan sekaligus screening kesehatan.

“Kemudian di ID Card peserta diberi tanda warna, ada warna merah, kuning, dan hijau dan tanpa warna. Warna merah itu risiko tinggi, warna kuning risiko sedang dan hijau risiko rendah dengan masing-masing ada kriteria usahanya,” terang Istanto saat ditemui di Pesantren Mahasiswa KH Samanhudi. Istanto menambahkan, peserta simulasi adalah peserta muktamar dari Jawa Tengah dan ditambah DiY sebanyak 500-an orang.

Wakil Sekretaris Panitia Pusat Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Iwan Setiawan menyampaikan, simulasi tukar mandat ini penting dilakukan guna melihat kesiapan petugas dalam memberi pelayanan kepada peserta muktamar. “Mulai dari dia (peserta) datang, registrasi, apa yang mesti disiapkan itu kita simulasikan agar makin mudah,” ujar Iwan.

Lebih lanjut, Iwan mengatakan, proses tukar mandat dilakukan secara manual dengan melakukan pemeriksaan surat mandat asli. Kemudian pemeriksaan bukti bayar, pemeriksaan kesehatan sampai pemberian ID card masuk hotel.

“Hal itu sudah dirasakan semua. Tinggal setelah ini (simulasi) ke embarkasi. Proses ini sudah dirasakan semua. Catatannya kecepatan petugas kurang. Tapi wajar dan bisa dimaklumi karena ini simulasi pertama dan jumlah berkas yang banyak.Ini tinggal menyiapkan data-data pendukung oleh sekretariat,” terang Iwan Setiawan.***

WhatsApp
Telegram
Facebook
Twitter
Email
Print

Berikan komentar

Your email address will not be published.

Langganan Kabar Muktamar

Jangan sampai ketinggalan kabar muktamar terbaru, langganan sekarang!

Mau kirim berita?

Berita lainnya

Situs web ini menggunakan cookie untuk memberi Anda pengalaman menjelajah terbaik.

Terima
Tolak