IMM

Menyemarakkan Muktamar, IMM Sukoharjo Memperuncing Gerakan Intelektual

MUKTAMAR48.ID., SUKOHARJO – Bau harum kemeriahan Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke-48 sudah semakin tercium. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sukoharjo menggelar Semarak Muktamar 48. Dengan inti acara diskusi kader IMM Se-Indonesia, yang bertemakan “Muktamar dan Masa Depan Kader dalam Sorotan Intelektual Muda Muhammadiyah”.

Acara di gelar di The Tower Space, Kabupaten Sukoharjo, pada Kamis (17/11/2022). Acara diskusi yang bertajuk semarak muktamar ini, menghadirkan para intelek muda Muhammadiyah dari kalangan IMM antargolongan. yaitu: Rahmat Rusma P (Ketua Umum PC IMM Sukoharjo); Hasnan Bachtiar (Direktur Riset RBC Institute A. Malik Fadjar); Hamzah Fansuri (Heidelberg University, Jerman); Andar Nubowo (Ecole Normale Superieure, Lyon, France); Fitrah Hamdani (Universitas Muhammadiyah Surakarta); Zaki Faddad (Charles Darwin University, Australia); Jumaldi Alfi (Seniman Muhammadiyah); Ahmad Fuad Fanani (Australian National University, Australia); Muhammad Rokib (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman)dan Mona Atalina (PP Nasyiatul Aisyiyah).

Menarik, mumpung masih dalam momen muktamar. Zaki Faddad menyampaikan arti bermuhammadiyah yang sebetulnya perlu bagi para akademisi praktis, “Refleksi muktamar sebagai seorang akademisi praktis, sangat dibutuhkan inklusifisme dalam bermuhammadiyah. Pasalnya, dalam beragama ataupun berintelektual ini penting sekali. dengan inklusif kita bisa menerima perbedaan dan menjalin kerjasama dengan orang berbeda. Tidak ada kemajuan tanpa adanya kerja sama (kemampuan networking).” Ujar Zaki.

Tidak sampai di situ, Muhammad Rokib juga turut memberikan asumsi mengenai tips atau alasan kenapa dirinya bisa lanjut studi di Jerman dan sekarang menjadi Ketua PCIM Jerman. “Di kesempatan ini, saya ingin menyampaikan memori kenangan-kenangan saja. Kenapa saya bisa ke jerman. Hal yang pertama adalah “ngintil”: ikut senior-senior. Karena dengan itu, akan ada mobilitas fisik dan mobilitas ilmu karena silaturahmi, traveling, dan bergerak. Jangan pernah dibatasi dengan suatu lokasi atau sebidang ilmu. Belajarlah dimanapun dan apapun itu. Melalang buanalah.” Tutur Rokib.

Fitrah Hamdani menambahkan juga, berbicara tentang semerbaknya gerakan IMM untuk Muhammadiyah masa depan. “IMM saya anggap sebagai nadi masa depan Muhammadiyah. Karena di IMM ini lah melahirkan banyak orang hebat. Harus ada langkah konkret untuk melahirkan intelektual Muhammadiyah. Teringat, di IMM saya membuat Baret Merah IMM Sukoharjo, karena kegelisahan saya saat itu, dengan orientasi melahirkan Intelektual Muda Muhammadiyah.” Tutup Fitrah. (*Izzul/Rezza)

WhatsApp
Telegram
Facebook
Twitter
Email
Print

Berikan komentar

Your email address will not be published.

Langganan Kabar Muktamar

Jangan sampai ketinggalan kabar muktamar terbaru, langganan sekarang!

Mau kirim berita?

Berita lainnya

Situs web ini menggunakan cookie untuk memberi Anda pengalaman menjelajah terbaik.

Terima
Tolak